
Keunikan lain di kampung ini salah satunya tradisi nyadran.Nyadran biasanya diadakan sekitar sebulan sebelum bulan puasa atau sasi ruwah.Tujuan acara Nyadran adalah untuk menghormati dan membacakan doa-doa untuk para leluhur dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan.
Tradisi nyadran adalah serangkaian upacara yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah. Nyadran berasal dari bahasa Sanskerta, sraddha yang artinya keyakinan. Nyadran adalah tradisi pembersihan makam oleh masyarakat Jawa, umumnya di pedesaan.
Nyadran menjadi rutinitas sebagian besar masyarakat Jawa setiap tahun pada bulan dan hari yang telah ditentukan. Biasanya dilaksanakan pada bulan Ruwah, orang china etnis tionghoa biasa menyebut dengan bulan hantu atau bulan nya para arwah, yaitu bulan sebelum bulan Ramadhan atau poso.
Tujuan acara Nyadran adalah untuk menghormati para leluhur dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. Acara Nyadran terdiri dari serangkaian kegiatan, yaitu upacara pembersihan makam, tabur bunga, dan acara selamatan atau bancakan.
Diawali dengan pembacaan ngirim doa arwah lalu Semaan Al-Qur’an tiga puluh juz, dilanjutkan khotmil Qur’an dan pengajian.
Kemudian bakda subuh ziarah kubur ke keluarga masing-masing. Siang sekitar jam 13 .00 wib ,Inti nyadran moqodam 30 juz dan tahlil, malam bakda magrib amaliyah yasinan, setelah isya’ ziarah kubur bersama dilanjutkan sholat tasbih,taubat dan hajat di masjid.










